Best practices proteksi data enterprise kini menjadi kebutuhan mendesak bagi perusahaan modern. Sepanjang semester I 2025, tercatat lebih dari 133 juta serangan siber yang menargetkan perangkat beralamat IP publik di Indonesia. Ancaman ini berpotensi menimbulkan kebocoran data dan kerugian ekonomi yang signifikan.

Lalu, bagaimana perusahaan bisa memperkuat pertahanannya? Simak solusinya di bawah ini.

9 Best Practices Proteksi Data Enterprise untuk Ketahanan Siber

Serangan Siber 2025 Didominasi Upaya Uji Kerentanan Sistem

Lonjakan serangan siber di Indonesia pada 2025 sebagian besar disebabkan oleh lemahnya sistem enterprise data storage yang belum memiliki perlindungan menyeluruh.

Berdasarkan riset platform intelijen ancaman siber nasional, jenis serangan “Generic Protocol Command Decode” mendominasi dengan persentase 68,37% dari total serangan yang terjadi.

Pola ini biasanya menjadi langkah awal hacker untuk menguji apakah sistem perusahaan memiliki celah keamanan.Beberapa bentuk ancaman siber lain yang juga banyak ditemukan sepanjang semester pertama 2025 meliputi:

  • Anomali sistem berbahaya (22,25%), menandakan adanya aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu operasi bisnis.
  • Percobaan pembocoran data (4,66%), menunjukkan potensi hilangnya informasi sensitif pelanggan dan perusahaan.
  • Pembajakan akses administrator (2,76%), yang dapat membuka jalan bagi pengambilalihan sistem internal.

Tingginya angka serangan ini menjadi bukti bahwa tanpa proteksi data enterprise yang kuat, terutama pada infrastruktur penyimpanan, risiko kebocoran dan gangguan operasional akan terus meningkat.

Baca Juga: Cara Efektif Melindungi Data Finansial dari Serangan Siber

Proteksi Data Enterprise Jadi Strategi Prioritas di Tengah Ancaman Siber

Di era serangan siber yang makin sering terjadi, proteksi data enterprise bukan lagi opsi, tapi keharusan bagi perusahaan modern. Berikut alasan utama mengapa perlindungan data harus jadi bagian inti strategi bisnis:

1. Digitalisasi Cepat, Risiko Semakin Besar

Percepatan transformasi digital membuat perusahaan semakin bergantung pada sistem berbasis cloud dan jaringan terhubung. Tanpa sistem proteksi yang kuat, kebocoran atau kerusakan data bisa terjadi kapan saja.

2. Data sebagai Aset Bisnis Utama

Data pelanggan dan operasional kini menjadi inti dari setiap keputusan bisnis. Kehilangan atau penyalahgunaan data bukan hanya merugikan secara finansial, tapi juga dapat merusak kepercayaan jangka panjang dari klien dan mitra bisnis.

3. Kepatuhan terhadap Regulasi dan Reputasi

Penerapan regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (PDP Law), ISO 27001, dan GDPR menegaskan pentingnya tata kelola data yang transparan dan aman. Pelanggaran terhadap regulasi ini bisa berujung pada denda besar dan merusak reputasi perusahaan di mata publik.

4. Resilience sebagai Keunggulan Kompetitif

Ketahanan data (data resilience) kini menjadi pembeda utama di dunia bisnis digital. Perusahaan yang mampu memulihkan data dengan cepat saat terjadi insiden keamanan akan memiliki keunggulan operasional dan menjaga kepercayaan pelanggan tetap utuh.

9 Best Practices Proteksi Data Enterprise untuk Ketahanan Cyber Security Perusahaan

Di tengah meningkatnya serangan siber yang menargetkan berbagai sektor industri, penerapan best practices proteksi data enterprise menjadi langkah penting dalam strategi cyber security modern. Berikut praktik terbaik yang wajib diterapkan perusahaan:

1. Lakukan Backup dengan Teknologi Immutable Snapshot

Teknologi immutable snapshot memastikan setiap salinan data perusahaan tidak bisa diubah atau menghapus data, bahkan jika terkena serangan ransomware.

Melalui sistem ini, perusahaan tetap dapat mengakses data asli dan melakukan pemulihan cepat tanpa risiko kerusakan permanen.

2. Gunakan Enkripsi Data Menyeluruh untuk Data Sensitif

Enkripsi data adalah salah satu pilar utama cyber security. Pastikan data sensitif dilindungi saat tersimpan (at rest) maupun saat dikirim (in transit). Dengan enkripsi data berlapis, potensi kebocoran data atau penyadapan selama pertukaran informasi dapat diminimalkan.

Baca Juga: 6 Jenis Enkripsi Data dan Manfaatnya untuk Perlindungan Digital

3. Rancang Disaster Recovery Plan yang Teruji

Rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan) menjadi bagian vital dari keamanan data. DRP yang diuji secara berkala akan memastikan proses pemulihan data bisnis berjalan cepat dan efisien ketika terjadi serangan siber atau gangguan sistem.

4. Gunakan Infrastruktur dengan Non-Disruptive Upgrades

Dalam sistem cyber security yang tangguh, pembaruan sistem harus bisa dilakukan tanpa menghentikan operasional bisnis.

Dengan mekanisme non-disruptive upgrades, perusahaan dapat meningkatkan performa dan keamanan data tanpa mengorbankan produktivitas atau ketersediaan layanan.

5. Optimalkan Data Rebalancing untuk Efisiensi dan Ketahanan

Data rebalancing mendukung efisiensi data perusahaan dengan mendistribusikan beban penyimpanan secara merata di seluruh node.

Pendekatan ini memperkuat keamanan data sekaligus memastikan performa sistem tetap stabil saat terjadi lonjakan akses atau proses pemulihan.

6. Terapkan Proteksi Berbasis AI untuk Deteksi Serangan Siber Dini

Teknologi cyber security berbasis kecerdasan buatan (AI) membantu perusahaan mengenali pola serangan siber sejak dini.

Dengan analisis otomatis, AI dapat memblokir upaya tidak sah untuk mengakses data, sekaligus memberikan peringatan dini sebelum kerusakan lebih besar terjadi.

7. Bangun Sistem Audit dan Monitoring untuk Keamanan Data Transparan

Sistem audit dan monitoring real-time membantu perusahaan melacak upaya mencurigakan untuk mengakses data atau menghapus data tanpa izin. Transparansi ini penting dalam mendeteksi pelanggaran dan memperkuat sistem cyber security perusahaan.

8. Tingkatkan Awareness dan Pelatihan Karyawan terhadap Serangan Siber

Karyawan merupakan lapisan pertama dalam pertahanan cyber security. Pelatihan rutin tentang praktik keamanan data akan membantu mereka mengenali ancaman seperti phishing, malware, atau upaya peretasan data sensitif, sekaligus mencegah kebocoran data internal.

9. Gunakan Enterprise Data Storage yang Aman dan Resilient

Solusi enterprise data storage modern dari Sangfor dirancang untuk melindungi data perusahaan dari serangan siber dengan enkripsi tingkat tinggi dan sistem pemulihan otomatis.

Dibekali teknologi yang mendukung ketahanan dan performa, perusahaan dapat memastikan seluruh data bisnis tetap aman, dapat diakses kapan saja, dan terlindungi dari upaya menghapus data secara ilegal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing? Ini Panduannya!

Sangfor aStor: Solusi Penyimpanan Data Enterprise Aman, Efisien, dan Tangguh

Sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan cyber security dan proteksi data enterprise, Sangfor aStor hadir sebagai solusi penyimpanan terpadu yang dirancang untuk memberikan keamanan data, performa tinggi, serta efisiensi biaya jangka panjang. Berikut keunggulannya:

1. Arsitektur Terdistribusi untuk Ekspansi Fleksibel

Sangfor aStor mengadopsi arsitektur terdistribusi yang memungkinkan ekspansi penyimpanan dilakukan secara fleksibel dan sesuai kebutuhan.

Ketika kapasitas atau performa menurun, sistem dapat diperluas tanpa downtime dan tanpa perencanaan kapasitas sebelumnya.

Keunggulannya:

  • Skalabilitas dinamis untuk menyesuaikan pertumbuhan data perusahaan.
  • Penyediaan kapasitas otomatis sesuai permintaan (on-demand scaling).
  • Pengelolaan sumber daya lebih efisien tanpa gangguan operasional.

2. Pemrosesan Paralel untuk Performa Tinggi

Dengan pemrosesan data I/O paralel multi-node, aStor mampu memberikan kinerja IOPS tinggi sekaligus bandwidth besar.

Sistem ini melayani kebutuhan data terstruktur dan tidak terstruktur secara bersamaan, memastikan stabilitas dan kecepatan akses dalam berbagai beban kerja.

Manfaatnya:

  • Performa optimal untuk aplikasi bisnis besar dan sistem kritikal.
  • Respons cepat dalam mengakses data bahkan di lingkungan multi-user.
  • Efisiensi tinggi dalam pengelolaan data sensitif dan operasional real-time.

3. Total Cost of Ownership (TCO) yang Rendah

Sangfor aStor dibangun dengan server X86 standar dan software penyimpanan terdistribusi, menghasilkan solusi dengan TCO yang jauh lebih rendah dibanding sistem konvensional.

Fitur hemat biaya utama:

  • Satu platform untuk penyimpanan blok, file, dan objek, tanpa investasi berulang.
  • Operasi dan pemeliharaan (O&M) terpusat dalam satu dashboard.
  • Tidak perlu membeli lisensi baru saat melakukan upgrade atau refresh hardware.

4. Open Platform yang Aman untuk Manajemen Cluster Terpadu

aStor berfungsi sebagai platform penyimpanan cloud terbuka yang memudahkan pengelolaan seluruh cluster penyimpanan dalam satu sistem dengan aman.

Solusi ini mendukung integrasi dengan platform manajemen cloud pihak ketiga melalui S3 Protocol, sehingga perusahaan dapat mengontrol semua sumber daya penyimpanan secara all-in-one.

Keunggulan utama:

  • Penyimpanan Immutable untuk menyimpan data backup agar tidak terhapus oleh serangan hacker.
  • Pengelolaan data perusahaan dari satu konsol terpusat.
  • Monitoring dan migrasi data hanya dengan satu klik.
  • Integrasi mudah dengan infrastruktur cloud yang sudah ada.

Dengan kombinasi keamanan data, efisiensi biaya, dan kinerja tinggi, Sangfor aStor menjadi jawaban strategis bagi perusahaan yang ingin membangun infrastruktur cyber security tangguh sekaligus menjaga kelancaran operasional.

Baca Juga: 5 Komponen Cloud Computing dalam Infrastruktur IT Modern

Perkuat Strategi Cyber Security Perusahaan Anda dengan Sangfor aStor

Sangfor aStor hadir sebagai solusi enterprise data storage yang menggabungkan performa tinggi, efisiensi biaya, dan ketahanan tingkat lanjut untuk mendukung keberlanjutan operasional bisnis Anda.

Apa yang akan Anda dapatkan dengan Sangfor aStor:

  • Perlindungan data menyeluruh dengan enkripsi dan immutable storage terhadap data backup Anda
  • Skalabilitas fleksibel tanpa downtime berkat arsitektur terdistribusi
  • Efisiensi biaya melalui pendekatan software-defined storage
  • Deteksi ancaman lebih cepat dengan AI-based monitoring
  • Kepatuhan terhadap standar global seperti PDP Law dan ISO 27001

Hubungi tim Sangfor untuk konsultasi dan temukan bagaimana Sangfor aStor dapat memperkuat infrastruktur data enterprise Anda.

Search

Related Articles

Cyber Security

Hati-Hati Terjebak Website Phishing! Begini Cara Deteksi dan Mencegahnya

Date : 08 Dec 2025
Read Now
Cyber Security

5 Cara Cegah Serangan Malware di Era AI untuk untuk Lindungi Data Perusahaan

Date : 01 Dec 2025
Read Now
Cyber Security

Waspadai Risiko AI! Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era AI dan Digitalisasi

Date : 10 Nov 2025
Read Now

See Other Product

Sangfor Omni-Command
Replace your Enterprise NGAV with Sangfor Endpoint Secure
SASE ROI Calculator - Assess Sangfor SASE’s Total Economic Impact
Sangfor Athena XDR - Extended Detection and Response
Athena SASE - Secure Access Service Edge
Sangfor Athena NGFW - Next Generation Firewall