Seiring institusi layanan kesehatan mengevaluasi ulang strategi mereka, Sangfor Hyper-Converged Infrastructure (HCI) muncul bukan hanya sebagai alternatif yang layak, tetapi sebagai jalur modernisasi yang lebih unggul. Dengan menyatukan compute, storage, networking, dan security ke dalam satu stack terintegrasi, Sangfor HCI menghadirkan solusi yang secara spesifik menjawab kebutuhan krusial sektor kesehatan: perlindungan data tanpa kompromi, kepatuhan yang ketat, serta operasional yang lebih sederhana.
Dilema Sektor Kesehatan Pasca Akuisisi Broadcom terhadap VMware
Konsolidasi pasar virtualization telah menimbulkan volatilitas pada anggaran rumah sakit yang selama ini bergantung pada kepastian biaya. Peralihan Broadcom ke model subscription-only serta praktik bundling produk seperti VMware Cloud Foundation (VCF) telah memaksa banyak institusi membayar fitur perangkat lunak yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Kenaikan biaya berkisar antara 150% hingga 1000% dibandingkan harga sebelumnya, yang secara langsung berdampak pada berkurangnya alokasi dana untuk teknologi perawatan pasien.
Para pemimpin di sektor healthcare kini mencari sebuah “Strategic Exit Plan”, yaitu pendekatan untuk memodernisasi infrastruktur sambil tetap mempertahankan kendali strategis dan interoperability. Di sinilah perbandingan antara Sangfor dan VMware menjadi sangat krusial.
Sangfor HCI vs. VMware: Perbandingan Strategis
Sementara VMware memerlukan perakitan yang kompleks dari berbagai komponen terpisah (vSphere untuk compute, vSAN untuk storage, NSX untuk networking)—yang sering kali memiliki tingkatan lisensi berbeda—Sangfor HCI menghadirkan arsitektur all-in-one.
| Fitur | VMware (Pasca Akuisisi) | Sangfor HCI | Manfaat bagi Sektor Kesehatan |
| Lisensi | 1. Subscription-only 2. Bundled suites (VCF) |
1. Flexible (Perpetual atau Subscription) 2. Per-socket pricing * Ketersediaan opsi lisensi dapat berbeda tergantung wilayah. |
Melindungi anggaran modal (CapEx) dan menghindari lonjakan biaya berulang. |
| Arsitektur | 1. Berbasis banyak komponen 2. vSAN memerlukan HCL yang ketat |
1. Unified kernel 2. Kompatibel secara luas dengan server commodity x86 |
Menurunkan TCO dengan memungkinkan rumah sakit untuk memanfaatkan kembali perangkat keras yang sudah ada. |
| Keamanan | Ketergantungan pada third-party add-ons atau aturan NSX yang kompleks. | 1. Keamanan Bawaan (aSEC) 2. Distributed Firewall 3. Korelasi dengan produk keamanan Sangfor lainnya |
Perlindungan bawaan untuk data pasien tanpa perlu membeli appliances tambahan. |
| Dukungan | Fokus pada akun enterprise tingkat atas | Dukungan lokal dengan pendekatan high-touch untuk semua tingkatan | Kritis bagi rumah sakit yang memerlukan dukungan segera 24/7. |
Perlindungan Data Tanpa Kompromi: Keunggulan Sangfor
Dalam dunia layanan kesehatan, Data Protection identik dengan Patient Safety. Kegagalan sistem pada HIS (Hospital Information System) atau hilangnya data pada EMR (Electronic Medical Record) sama sekali tidak dapat diterima. Sangfor HCI membedakan dirinya dengan menanamkan Disaster Recovery (DR) dan keamanan kelas enterprise secara langsung ke dalam infrastruktur, bukan menjadikannya sebagai tambahan di tahap akhir.
Persyaratan RTO dan RPO untuk Aplikasi Healthcare IT
| Aplikasi | Tingkat Kritis | Desain Keandalan |
| HIS/EHR/EMR | RPO = 0 / detik RTO = detik / menit |
|
| PACS | RPO = menit/jam RTO = jam |
|
| OA/lainnya | RPO = hours/days RTO = hours/days |
1. Business Continuity dengan Active-Active Stretched Clusters
Untuk rumah sakit dengan beberapa kampus, Sangfor HCI mendukung Active-Active Stretched Clusters. Teknologi ini memungkinkan dua data center (misalnya rumah sakit utama dan cabang terdekat) berfungsi sebagai satu kesatuan. Data ditulis secara sinkron ke kedua lokasi. Jika salah satu data center mengalami pemadaman listrik atau kebakaran, layanan akan secara otomatis dan instan tetap berjalan di lokasi lainnya tanpa kehilangan data (RPO = 0) dan dengan downtime yang nyaris nol. Berbeda dengan kebutuhan witness node yang kompleks pada solusi lama, implementasi Sangfor dirancang lebih ringkas sehingga lebih mudah diterapkan di lingkungan kesehatan.
2. Continuous Data Protection (CDP)
Backup tradisional yang dilakukan sekali semalam menyisakan celah 24 jam di mana data rekam medis pasien dapat hilang. CDP bawaan Sangfor mencatat setiap operasi I/O, sehingga administrator TI dapat melakukan rollback seluruh sistem ke detik tertentu di masa lampau.
Kinerja yang dioptimalkan untuk Critical Care
Di luar keamanan, aplikasi healthcare menuntut performance yang sangat tinggi. Sistem medical imaging (PACS) menghasilkan terabytes file beresolusi tinggi, sementara basis data HIS memproses ribuan transaksi secara simultan.
Sangfor telah merekayasa storage virtualization (aSAN) untuk menangani beban kerja spesifik ini. Melalui optimasi Oracle RAC dan I/O Localization, Sangfor HCI memastikan bahwa query basis data kritikal diproses secara lokal pada flash storage server, sehingga latensi berkurang secara signifikan. Hal ini memastikan bahwa ketika dokter membuka riwayat pasien atau hasil pemindaian MRI, data dapat dimuat secara instan.
Kisah Sukses: Memberdayakan Rumah Sakit Riset Onkologi Kelas Dunia
Sebagai pusat riset kanker provinsi terkemuka yang dilengkapi dengan peralatan radioterapi paling canggih di dunia serta volume kunjungan pasien tertinggi, rumah sakit ini memikul misi krusial dalam layanan medis nasional tingkat tertinggi dan proyek riset utama. Dengan jumlah kunjungan rawat jalan tahunan mencapai 700.000, rumah sakit ini dilengkapi teknologi mutakhir, termasuk Proton Therapy Systems dan Photon-counting CTs. Modalitas canggih ini menuntut tingkat performa, kapasitas, dan stabilitas yang sangat tinggi dari sistem penyimpanan pencitraan medis.
| Tantangan |
| Setelah diperkenalkannya peralatan baru pada Mei 2025, termasuk Photon-counting CT dan Spectral CT scanners, rumah sakit ini menghadapi tantangan infrastruktur yang signifikan: Challenges Data Explosion: uta menjadi 3 juta gambar, dengan kebutuhan penyimpanan harian meningkat dari 1,1 TB menjadi 1,5 TB. Hambatan Kinerja: Proses unggah data dari peralatan Proton Therapy menyebabkan lag pada sistem bisnis lainnya. Sistem penyimpanan EMC Isilon yang ada sering mengalami hambatan kinerja, sehingga sangat berdampak pada efisiensi kerja para radiolog. Hambatan dalam Deployment: Kinerja penyimpanan untuk "file kecil" tidak memadai. Pengujian pabrik awal oleh Philips menunjukkan kecepatan penyalinan lebih rendah dari yang diharapkan, sehingga menunda go-live peralatan medis baru yang kritis. |
| Sorotan Konfigurasi |
| Sangfor melakukan analisis menyeluruh terhadap workflow bisnis klien, struktur data, storage, dan arsitektur network untuk mengidentifikasi potensi risiko. Berdasarkan penilaian ini dan roadmap pertumbuhan rumah sakit selama 5 tahun, Sangfor merancang solusi HCI + aStor berperforma tinggi. Compute: 6x All-Flash HCI Nodes PerformanceCompute: Storage:Compute: 460TB NVMe All-Flash Storage. Kapasitas Storage: 3,5PB Large-Capacity Storage. |
| Nilai Bisnis yang Dihasilkan |
| Infrastruktur Siap Masa Depan: Dengan mengganti legacy nodes yang menua dengan All-Flash HCI nodes, rumah sakit berhasil memigrasikan PACS (Picture Archiving and Communication System) mereka. Modernisasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan saat ini tetapi juga menyiapkan infrastruktur untuk aplikasi masa depan, memberikan peningkatan kinerja keseluruhan sebesar 30%. Pengalaman Diagnostik Unggul: All-Flash aStor nodes menyediakan IOPS dan throughput yang sangat tinggi. Hal ini menjamin pengalaman yang mulus dalam mengunggah dan melihat data citra berat dari peralatan Proton dan Photon-counting, secara signifikan meningkatkan efisiensi diagnostik. Skalabilitas Fleksibel & Biaya-Efektif: Dengan memanfaatkan software-hardware decoupling dari HCI dan aStor, rumah sakit kini dapat menikmati pertumbuhan linier baik dalam kapasitas maupun performa selama ekspansi di masa depan. Elastic scalability ini menawarkan strategi penyimpanan yang lebih fleksibel dan hemat biaya. Keandalan yang Kuat: Solusi ini membangun arsitektur perlindungan menyeluruh yang mencakup disks, nodes, dan clusters. Hal ini menjamin keamanan mutlak dari storage cluster dan memastikan operasi PACS yang kritis tetap berjalan secara kontinu dan stabil. |
Jalur Menuju Modernisasi
Migrasi sistem kesehatan yang kritis adalah operasi yang sensitif, tetapi kini bukan lagi sekadar langkah penuh risiko. Sangfor Cloud Migration Tool (SCMT) memungkinkan migrasi "hot" yang mulus untuk virtual machines yang sedang berjalan dari VMware ke Sangfor HCI. Dengan menyinkronkan data di latar belakang dan hanya memerlukan jendela cutover singkat, rumah sakit dapat memodernisasi infrastruktur mereka tanpa mengganggu operasional pelayanan pasien.
Bagi organisasi kesehatan yang menghadapi ketidakpastian di era pasca-Broadcom, Sangfor HCI menawarkan lebih dari sekadar pengganti; ia menyediakan peningkatan strategis. Dengan menyematkan perlindungan data, memastikan kepatuhan, dan mengoptimalkan untuk beban kerja medis, Sangfor memberikan digital immunity yang dibutuhkan rumah sakit modern untuk berkembang.