Dunia virtualisasi sedang mengalami perubahan yang besar. Selama lebih dari satu dekade, VMware vSphere menjadi pilihan utama untuk virtualisasi tingkat enterprise. Namun, setelah akuisisi VMware oleh Broadcom, stabilitas yang sebelumnya menjadi sandaran para pemimpin IT kini berubah menjadi ketidakpastian.

Akuisisi VMware oleh Broadcom telah kembali memanaskan dinamika kompetitif di market virtualisasi server. Mayoritas perusahaan tetap memerlukan virtualisasi berbasis hypervisor untuk mendukung beban kerja lama yang berjalan di lingkungan on-premises.

Laporan 2025 Gartner Market Guide for Server Virtualization Platforms

Menurut laporan 2025 Gartner® Market Guide for Server Virtualization Platforms, pertanyaannya bukan lagi apakah Anda harus mencari alternatif untuk VMware vSphere, tetapi software virtualisasi mana yang menawarkan stabilitas, performa, dan kemudahan migrasi yang Anda butuhkan. Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu Sangfor aSV, menguraikan arsitekturnya, dan menjelaskan mengapa solusi ini diakui sebagai salah satu pilihan terbaik bagi perusahaan yang ingin memodernisasi infrastruktur mereka tanpa kompleksitas atau volatilitas biaya dari para pemimpin market saat ini.

Guncangan Broadcom–VMware: Mengapa Perlu Mencari Alternatif?

Akuisisi VMware oleh Broadcom telah memberikan dampak paling besar bagi kalangan SMB. Harga melonjak drastis, bahkan hingga sepuluh kali lipat, akibat perubahan ke model subscription-only dan paket gabungan besar seperti VMware Cloud Foundation, yang berisi fitur-fitur yang jarang digunakan oleh UKM. Perpetual license sudah tidak tersedia, persyaratan minimal core jauh melebihi kebutuhan SMB, dan banyak reseller kecil telah dikeluarkan dari program partnernya . Ditambah dengan berkurangnya fokus dukungan, perubahan ini membuat VMware semakin tidak praktis bagi UKM, sehingga mendorong mereka mencari alternatif lain.

Bagi perusahaan skala menengah hingga perusahaan besar, VMware masih layak digunakan namun dengan biaya yang sangat tinggi. Harga renewal meningkat signifikan, dan Broadcom menerapkan kontrak jangka panjang serta strategi bundling yang lebih menguntungkan hanya bagi pelanggan-pelanggan pentingnya . Meskipun organisasi-organisasi ini tetap mendapatkan dukungan prioritas dan akses ke roadmap private cloud VMware, mereka menghadapi fleksibilitas yang berkurang serta tantangan operasional dalam perencanaan anggaran dan ketersediaan talenta. Banyak di antaranya merespons dengan mengeksplorasi strategi multi-hypervisor atau solusi hybrid cloud untuk mengurangi ketergantungan dan eskalasi biaya.

Apa Itu Sangfor aSV? Memahami Arsitekturnya

Sangfor aSV adalah komponen compute virtualization dari Sangfor Hyper-Converged Infrastructure (HCI)yang dirancang untuk melakukan abstraction terhadap sumber daya fisik server (CPU, memori, dan I/O) dan mengubahnya menjadi sumber daya logis yang dapat dialokasikan secara dinamis.

Inti Arsitektur dari Sangfor aSV

Pada inti desainnya, aSV dibangun di atas fondasi KVM (Kernel-based Virtual Machine) yang telah diperkuat dan dioptimalkan. Namun, berbeda dari open-source KVM standar, Sangfor telah menulis ulang I/O stack dan mengintegrasikan teknologi optimasi proprietari untuk memastikan performa kelas enterprise.

  • Arsitektur Bare-Metal: Sangfor aSV diunduh langsung pada hardware fisik, mengurangi overhead dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.
  • Desain Terpadu: Sementara aSV menangani compute, aSV terintegrasi secara mulus dengan Sangfor aSAN (Storage) dan aNET (Network) dalam ruang kernel yang sama. Dengan demikian, aSV menghilangkan “tax” perpindahan data antara storage dan compute silos yang terpisah, sehingga menghasilkan latensi yang lebih rendah.

Inti Arsitektur dari Sangfor aSV

Mengapa Sangfor aSV Menjadi Alternatif Terbaik untuk VMware vSphere?

Saat mengevaluasi pengganti untuk vSphere, kesetaraan fitur memang penting (Sangfor aSV mencocokkan sekitar 95% fitur virtualisasi vSphere), tetapi keberlanjutan operasional adalah hal yang paling penting. Berikut adalah cara aSV menonjol dalam hal keandalan, keamanan, kompatibilitas, dan konsistensi pengalaman.

1. Keandalan Tanpa Kompromi

Sangfor aSV meningkatkan standar keandalan jauh melampaui ekspektasi umum.

  • High Availability (HA) 2.0: Sementara sebagian besar hypervisor hanya menyediakan failover dasar, Sangfor aSV menghadirkan HA 2.0. Mekanisme lanjutan ini menggunakan multi-vector heartbeat detection (memantau storage, jaringan, dan status host secara bersamaan) untuk mendeteksi kegagalan dengan akurat. Hal ini memastikan pemulihan VM secara cepat dan otomatis pada node yang sehat tanpa risiko “split-brain” atau false positives yang umum terjadi pada implementasi HA generasi lama.
  • Built-in Backup & CDP: Anda tidak lagi memerlukan perangkat backup pihak ketiga yang mahal untuk mengamankan data Anda. Sangfor aSV sudah dilengkapi kemampuan backup bawaan serta Continuous Data Protection (CDP). CDP memungkinkan pencatatan operasi I/O secara real-time, sehingga Anda dapat mengembalikan VM ke detik tertentu, meminimalkan RPO (Recovery Point Objective) hingga mendekati nol jika terjadi kerusakan data.
  • DR Capabilities: Fitur disaster recovery bawaan memungkinkan konfigurasi active-passive atau active-active tanpa memerlukan add-on pihak ketiga yang mahal.

2. Native Security

Sangfor memiliki latar belakang kuat di bidang keamanan, yang tertanam langsung ke dalam lapisan virtualisasi. Berbeda dengan vSphere, yang sering memerlukan integrasi pihak ketiga untuk keamanan tingkat mendalam, aSV menawarkan:

  • Kernel-Level Security: Perlindungan ditanamkan langsung ke dalam hypervisor, mencegah kode berbahaya mengkompromikan host.
  • Distributed Firewall: Micro-segmentation memungkinkan Anda mengamankan trafik east-west antar VM — sebuah fitur yang pada kompetitor biasanya hanya tersedia pada tier lisensi paling mahal.
  • Ransomware Prevention: Cloud security center aSEC memantau pola I/O di dalam lingkungan virtual. Jika terdeteksi perilaku enkripsi yang konsisten dengan ransomware, sistem dapat mengisolasi VM yang terinfeksi dan memicu snapshots secara instan untuk menjaga integritas data.

3. Kompatibilitas Luas

Kekhawatiran utama selama proses migrasi adalah dukungan hardware dan software.

  • Hardware Agnostic: Sangfor aSV dapat berjalan pada hampir semua standard x86 commodity servers (Dell, HP, Lenovo, dan lainnya), sehingga Anda bisa memanfaatkan kembali hardware yang sudah ada.
  • Guest OS Support: Mendukung berbagai jenis Guest OS, termasuk berbagai versi Windows, Linux (RedHat, Ubuntu, CentOS), serta sistem operasi domestik, memastikan aplikasi lama Anda tetap berjalan tanpa perlu refactoring.
  • Storage Compatibility: aSV sepenuhnya kompatibel dengan  block dan file storage eksternal melalui protokol umum seperti FC, iSCSI, NFS, dan CIFS.
  • Backup Support: Mendukung backup agent-less  dengan berbagai vendor seperti Veeam, Veritas, dan Vinchin.

4. Keunggulan “Zero-Learning Curve”

Beralih hypervisor biasanya membutuhkan proses pelatihan ulang yang melelahkan. Sangfor aSV dirancang untuk mengurangi hambatan ini.

  • Manajemen yang Familiar: Web-based management console-nya meniru alur kerja vCenter. Konsep seperti membuat VM, mengelola cluster, dan mengonfigurasi vSwitches ditempatkan secara logis di lokasi yang sudah familiar bagi administrator vSphere.
  • VMware-like API dan CLI: Untuk pengguna tingkat lanjut dan tim DevOps yang bergantung pada otomatisasi, Sangfor aSV menyediakan Command Line Interface (CLI) dan struktur API yang sangat mirip dengan VMware. Hal ini memungkinkan administrator menyesuaikan skrip yang telah ada dan kebiasaan operasional dengan modifikasi minimal, sehingga sangat mengurangi learning curve dan mempercepat adopsi.
  • Alat Migrasi yang Mulus: Sangfor menyediakan alat khusus (Sangfor SCMT) untuk mengonversi file VMDK (VMware) ke format yang kompatibel dengan Sangfor secara otomatis, sehingga sangat mengurangi downtime migrasi.

Apa Selanjutnya?

Jalur transisi yang ideal bagi Anda bergantung pada infrastructure yang sedang digunakan dan tujuan bisnis Anda:

Untuk Perusahaan Menengah hingga Besar
Jika Anda telah berinvestasi besar dalam dedicated storage (SAN) dan perangkat networking khusus, modernisasi bertahap adalah pilihan yang cerdas. Mulailah dengan mengganti vSphere hypervisor dengan Sangfor aSV sambil tetap mempertahankan sistem eksternal yang sudah ada. Pendekatan ini menurunkan biaya operasional, meningkatkan kelincahan, dan melindungi investasi modal yang telah Anda keluarkan sebelumnya.
Untuk Bisnis Kecil dan Menengah (UMKM)
Mencari kesederhanaan dan integrasi penuh? Software-Defined Data Center (SDDC) terintegrasi adalah pilihan terbaik Anda. Solusi all-in-one ini menggabungkan aSV (hypervisor), aSAN (storage), aNet (networking), dan aSec (security) ke dalam satu platform. Solusi ini mudah diterapkan dan dikelola, menawarkan biaya yang dapat diprediksi serta skalabilitas yang dapat tumbuh seiring perkembangan bisnis Anda.

Bukti dari Market: Divalidasi oleh Gartner dan Pelanggan

Anda tidak perlu hanya mengandalkan pernyataan kami. Market telah mengakui kemampuan Sangfor sebagai penyedia virtualisasi dan HCI yang tangguh.

Sangfor Technologies telah diakui sebagai Vendor Representatif dalam 2025 Gartner Market Guide for Server Virtualization Platforms. Pengakuan ini semakin memperkuat posisi Sangfor sebagai alternatif kelas atas di market virtualisasi server, didukung oleh Sangfor aSV, sebuah next-generation hypervisor yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur IT modern.

Kesimpulan

Market virtualisasi sedang berubah, tetapi kebutuhan Anda akan lingkungan yang stabil, aman, dan berkinerja tinggi tetap tidak berubah. Sangfor aSV menawarkan jalur yang terbukti untuk melangkah maju. Solusi ini menyediakan arsitektur yang kuat dan keandalan setara enterprise virtualization software, dipadukan dengan kesederhanaan operasional yang memastikan tim Anda dapat beralih dari VMware vSphere dengan hambatan yang minimal.

Jangan biarkan ketidakpastian market menentukan strategi IT Anda. Pilihlah partner yang memprioritaskan pertumbuhan, keamanan, dan sesuai dengan anggaran Anda.

 

Sumber: Gartner Inc., Market Guide for Server Virtualization Platforms, By Tony Harvey, Elaine Zhang, Chris Saunderson, Published 23 October 2025.

Search

Related Articles

Cloud and Infrastructure

Mengapa Sangfor HCI menjadi Alternatif VMware yang Strategis untuk Sektor Pendidikan pada Tahun 2026

Date : 26 Jan 2026
Read Now
Cloud and Infrastructure

Daftar Kompetitor dan Alternatif VMware

Date : 19 Jan 2026
Read Now
Cloud and Infrastructure

VMware Alternatives Guide 2026

Date : 14 Jan 2026
Read Now

See Other Product

aStor
Sangfor HCI - Hyperconverged Infrastructure
HCI - Hyper Converged Infrastructure
Platform Cloud
aDesk Virtual Desktop Infrastructure (VDI)
WANO