Ringkas artikel berita ini dengan AI:


Insight dari Wawancara CNBC Indonesia bersama Sangfor Technologies Indonesia

Transformasi digital telah menjadi bagian dari strategi bisnis di berbagai sektor industri. Banyak perusahaan mulai mengadopsi cloud computing, artificial intelligence (AI), serta sistem kerja hybrid untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional. Namun di balik percepatan transformasi tersebut, risiko keamanan siber juga ikut meningkat dan menjadi tantangan baru bagi banyak organisasi.

Topik ini dibahas dalam program Profit di CNBC Indonesia pada 25 Maret 2026 bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan bahwa transformasi digital dan keamanan siber tidak bisa dipisahkan, karena keduanya berkembang secara bersamaan.

Menurutnya, ketika perusahaan memperluas infrastruktur digitalnya, maka risiko juga ikut meningkat.

Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya apa? Kerentanan juga semakin banyak, attack surface juga semakin banyak, dan itu berbanding lurus dengan risiko.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat digitalisasi perusahaan, semakin besar pula risiko keamanan yang harus dikelola. Karena itu, keamanan siber saat ini bukan lagi hanya urusan tim IT, tetapi sudah menjadi bagian dari manajemen risiko perusahaan.

Wawancara Lengkap di Saluran YouTube CNBC ID

Ancaman Siber Masih Didominasi Phishing dan Ransomware

Dalam wawancara tersebut juga dijelaskan bahwa hingga saat ini, dua jenis serangan yang masih paling sering terjadi adalah phishing dan ransomware. Phishing menargetkan manusia melalui email atau pesan palsu, sementara ransomware menargetkan sistem dan data perusahaan.

“Phishing ini bukan hanya menargetkan institusi atau perusahaan, tapi juga individu. Yang dieksploitasi adalah kelemahan terkait security awareness yang kurang. Kemudian yang kedua adalah ransomware, yang sampai sekarang masih menjadi ancaman besar di berbagai industri.”

Dari sisi bisnis, ransomware merupakan salah satu serangan yang paling berbahaya karena dapat langsung menghentikan operasional perusahaan. Sistem tidak dapat diakses, data terkunci, dan perusahaan sering kali harus menghentikan layanan sampai masalah selesai.

Dalam banyak kasus, dampaknya tidak hanya finansial, tetapi juga reputasi dan kepercayaan pelanggan.

Hybrid Working Menambah Kompleksitas Keamanan

Perubahan cara kerja juga turut mempengaruhi strategi keamanan perusahaan. Saat ini banyak perusahaan menggunakan hybrid cloud dan menerapkan hybrid working, di mana karyawan dapat bekerja dari berbagai lokasi.

Menurut Akhmad Rezha, kondisi ini membuat aset digital perusahaan menjadi tersebar dan tidak lagi berada di satu lokasi yang mudah dikontrol. “Aset digital itu tersebar bukan hanya di on-premise tapi juga di cloud. Kemudian siapa yang bekerja juga bukan hanya bekerja di office tapi juga bisa bekerja di mana saja. Ini pasti meningkatkan risiko serangan.”

Artinya, pendekatan keamanan tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Perusahaan perlu mulai memikirkan keamanan dari sisi akses, identitas pengguna, dan aliran data, bukan hanya dari sisi jaringan kantor.

Keamanan Siber Bukan Hanya Soal Teknologi

Salah satu poin paling penting dari wawancara tersebut adalah bahwa keamanan siber tidak bisa hanya mengandalkan teknologi saja. Banyak perusahaan merasa sudah aman karena sudah membeli berbagai sistem keamanan, tetapi ternyata masih bisa terkena serangan.

Hal ini biasanya terjadi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan dengan baik. 

“Banyak perusahaan sebenarnya sudah ready secara teknologi, tapi secara SDM dan prosesnya tidak terlalu diperhatikan. Sehingga celahnya datang dari awareness dan misconfiguration.”

Karena itu, keamanan siber harus dilihat sebagai kombinasi antara teknologi, manusia, dan proses. Ketiganya harus berjalan bersama agar sistem keamanan dapat berfungsi dengan baik.

Baca juga: Apa Itu Hypervisor? Jenis, Fungsi, dan Contohnya dalam Dunia Server

Mengubah Cara Pandang: Cyber Security Bukan Biaya, Tapi Investasi

Masih banyak perusahaan yang melihat cyber security sebagai biaya tambahan. Padahal, jika terjadi serangan siber, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada biaya pencegahannya.

Dalam wawancara tersebut juga dijelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan seharusnya adalah mengaitkan keamanan siber dengan tujuan bisnis perusahaan.

“Kita ingin inline dengan business goal mereka. Jadi bukan sekadar jualan teknologi, tapi bagaimana melindungi sistem dan aset digital mereka agar tetap mendukung bisnis mereka.”

Pendekatan ini penting karena pada akhirnya cyber security bukan hanya soal sistem IT, tetapi soal keberlangsungan bisnis. Gangguan sistem selama beberapa jam saja bisa berdampak pada operasional, layanan pelanggan, dan reputasi perusahaan.

Penutup

Transformasi digital akan terus berkembang, termasuk penggunaan AI, cloud, dan sistem kerja hybrid. Namun semakin tinggi tingkat digitalisasi, semakin besar pula risiko keamanan yang harus dihadapi.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa transformasi digital yang dilakukan juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang, yang mencakup teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang berjalan dengan baik.

Seperti yang disampaikan dalam wawancara tersebut, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi sistem, data, dan keberlangsungan bisnisnya di era digital.

Search

Related Articles

News

Sangfor Athena MDR and Athena XDR SaaS Expand into Hong Kong with New Data Centre to Support Cyber Resilience and Regulatory Compliance

Date : 27 Apr 2026
Read Now
News

Sangfor Technologies Named Winner of Three Global InfoSec Awards during RSAC Conference 2026

Date : 24 Mar 2026
Read Now
Press Release

Sangfor Athena SASE Achieves SOC 2 Type 2 Certification Following Year-Long Deloitte Audit

Date : 12 Mar 2026
Read Now

See Other Product

Cyber Command - NDR Platform - Sangfor Cyber Command - Platform NDR 
MDR TCO Calculator - User Input Page
Endpoint Secure
MDR TCO Calculator - Report Page
Sangfor Athena SWG - Secure Web Gateway
Sangfor Zero Trust Data Protection