Ketika perusahaan mulai merencanakan modernisasi data center, dua istilah yang sering muncul adalah hypervisor dan Hyper-Converged Infrastructure (HCI). Keduanya sama-sama berkaitan dengan virtualisasi, tetapi memiliki peran dan cakupan yang berbeda.
Lalu, apa itu hypervisor dan HCI? Kapan hypervisor dan HCI digunakan oleh perusahaan? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!
Perbedaan Singkat Hypervisor vs HCI
Secara ringkas, perbedaan hypervisor dan HCI adalah sebagai berikut:
- Hypervisor adalah teknologi virtualisasi yang memungkinkan satu server fisik menjalankan beberapa mesin virtual.
- HCI (Hyper-Converged Infrastructure) adalah sistem terintegrasi yang menggabungkan hypervisor, storage, jaringan, dan manajemen dalam satu platform terpadu.
Dengan kata lain, hypervisor merupakan komponen dasar virtualisasi, sedangkan HCI adalah solusi infrastruktur yang lebih lengkap.
Hypervisor vs HCI
Hypervisor adalah salah satu komponen penting dalam sistem Hyper-Converged Infrastructure (HCI). Hypervisor merupakan perangkat lunak (software), firmware, atau perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk membuat dan menjalankan mesin virtual (VM). Dalam konteks HCI, hypervisor memungkinkan proses virtualisasi pada bagian komputasi, sehingga satu perangkat fisik dapat menjalankan banyak mesin virtual secara bersamaan.
Nah, di balik kemudahan tersebut, ada satu peran penting yang bekerja di balik layarnya, yakni hypervisor, teknologi yang membuat semuanya bisa berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.
Jenis - Jenis Hypervisor
Secara umum, hypervisor terbagi menjadi dua jenis:
- Type 1 (bare-metal hypervisor) yang berjalan langsung di atas hardware fisik.
- Type 2 (hosted hypervisor) yang berjalan di atas sistem operasi.
Type 1 umumnya digunakan di lingkungan data center karena lebih stabil dan memiliki performa lebih tinggi.
Meskipun hypervisor merupakan bagian dari HCI, namun keduanya bukanlah hal yang sama. HCI adalah sebuah sistem yang menyatukan komputasi, penyimpanan data, dan jaringan yang dikelola dari satu panel kontrol, sedangkan hypervisor fokus pada “membagi komputer” dan tidak menyederhanakan keseluruhan sistem IT. Di pusat teknologi Sangfor HCI misalnya, terdapat aSV hypervisor yang memang dirancang khusus untuk memberikan performa tinggi dan keandalan maksimal.
Baca juga:
- Daftar Kompetitor dan Alternatif VMware
- Apa Itu Virtualisasi Server? Penjelasan Sederhana untuk Orang Awam
HCI menawarkan pendekatan yang lebih lengkap dan terintegrasi dalam mengelola serta memantau infrastruktur IT dibandingkan dengan penggunaan hypervisor secara terpisah. Umumnya, alat manajemen hypervisor terhubung ke masing-masing perangkat fisik dan digunakan terutama untuk membuat mesin virtual. Sementara itu, HCI justru menghadirkan pengalaman pemantauan dan pengelolaan yang lebih menyeluruh dan terpadu. Sistem ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang kondisi serta penggunaan seluruh komponen dalam infrastruktur HCI.
Dengan HCI, perusahaan dapat menyederhanakan pengelolaan penyimpanan data, mengurangi kerumitan sistem, menekan biaya, serta membuka peluang peningkatan kinerja, efisiensi, dan fleksibilitas. Karena bersifat software-defined, HCI juga lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan bisnis, baik di pusat data internal (on-premises), cloud privat, lingkungan hybrid, maupun di lokasi terdepan (edge). Dengan demikian, performanya bisa meningkat dan pengelolaannya jadi lebih sederhana.
Kapan Hypervisor Cukup untuk Perusahaan?
Seperti yang Anda ketahui bahwa setiap perusahaan tentu memiliki kebutuhan dan skala bisnis yang berbeda-beda. Tidak semua perusahaan harus langsung menggunakan HCI. Pada banyak kasus, hypervisor saja sudah dinilai cukup untuk mengoptimalkan kinerja sehari-hari dan mengefisienkan bisnis. Kuncinya bukan pada seberapa canggih teknologinya, melainkan seberapa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan saat ini.
Misalnya, perusahaan kecil atau menengah dengan kebutuhan yang stabil, seperti kantor akuntan, firma hukum kecil, startup tahap awal, dan lain-lain. Jika aplikasi yang digunakan tidak banyak berubah dan jumlah penggunanya relatif tetap, maka menggunakan hypervisor saja sudah lebih dari cukup.
Pada perusahaan dengan tim IT terbatas yang terbiasa mengatur server sendiri atau tidak keberatan dengan pengaturan manual, penggunaan hypervisor bisa menjadi solusi sistem terintegrasi yang cukup optimal. Hypervisor umumnya lebih murah di awal sehingga sangat cocok bagi perusahaan dengan anggaran IT yang ketat. Dengan begitu, perusahaan tidak harus mengganti sistem secara besar-besaran sehingga perusahaan bisa mengefisienkan biaya jangka pendek secara realistis.
Sebagai contohnya, ada sebuah firma hukum menggunakan sistem akuntansi, email internal, dan penyimpanan dokumen. Selama ini, kebutuhan sistemnya relatif stabil dan tidak ada perubahan signifikan dalam beberapa tahun. Dalam kondisi seperti ini, firma hukum tersebut tentunya sudah cukup menggunakan hypervisor untuk membagi satu server menjadi beberapa lingkungan kerja tanpa perlu sistem yang lebih kompleks.
Kapan Penggunaan HCI Lebih Relevan bagi Perusahaan?
HCI akan menjadi relevan dan mulai penting untuk digunakan jika perusahaan mulai memiliki kompleksitas bisnis. Hal ini lantaran HCI memang dirancang untuk mengurangi kerumitan sistem dan meningkatkan kemampuan pengembangan kapasitas. Harapannya, dengan HCI, perusahaan bisa memiliki penyimpanan yang lebih optimal, manajemen IT yang lebih sederhana, serta peningkatan kinerja yang lebih maksimal.
HCI mulai diperlukan oleh perusahaan yang sedang bertumbuh sangat pesat, seperti e-commerce yang trafiknya naik tajam, perusahaan media dengan konten digital yang besar, perbankan digital, platform pendidikan, sistem rumah sakit, atau startup yang sedang ekspansi regional. Perusahaan-perusahaan ini memerlukan sistem IT yang tetap stabil meski beban meningkat dan HCI memang dirancang untuk situasi seperti ini. Selain itu, bagi perusahaan yang memang ingin mengurangi beban operasional IT, mereka juga bisa mempertimbangkan HCI karena HCI membuat proses pengelolaan lebih otomatis.
Bagaimana Perusahaan Menentukan Pilihan?
Jika ditarik kesimpulan, maka perbedaan utama antara hypervisor dan HCI yang perlu Anda pahami antara lain sebagai berikut:
1. Perbedaan Peran Dasar
Hypervisor adalah inti dari sistem HCI. Jika dianalogikan sebuah gedung, hypervisor merupakan pengatur kamar di dalam gedung. Hypervisor memungkinkan satu komputer fisik dibagi menjadi beberapa “komputer virtual” yang bisa dipakai secara bersamaan. Dalam hal ini, fokusnya hanya pada membagi dan menjalankan komputer virtual.
Sebaliknya, HCI ibarat sebuah gedung kompleks modern yang sudah lengkap bukan sekadar kamar. HCI mencakup hypervisor lengkap dengan sistem penyimpanan, jaringan, dan pengelolaan yang sudah disatukan. HCI bisa menyederhanakan operasi dan mengurangi kompleksitas dalam pengelolaan hardware dan software yang berbeda secara terintegrasi.
2. Sisi Pengelolaan
Dilihat dari sisi pengelolaannya, hypervisor mengelola mesin virtual saja, sedangkan komponen lain seperti penyimpanan, jaringan, dan lain-lainnya biasanya diatur terpisah. Karena itulah, saat sistem berkembang, pengelolaannya pun bisa makin rumit
Sebagai satu sistem yang kompleks, HCI bisa mengelola semua sistem hanya dari satu tempat tanpa perlu berpindah-pindah sistem lagi. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari HCI, yakni kemampuannya untuk mengelola semua aspek infrastruktur (compute, storage, dan jaringan) melalui satu antarmuka yang terpusat. Dengan begitu, pengelolaannya pun jadi lebih rapi dan minim kesalahan.
3. Kompleksitas dan Skalabilitas
Dari sisi kompleksitas, hypervisor cocok untuk sistem yang sederhana, sedangkan HCI memang dirancang untuk sistem yang mulai kompleks. Adapun dalam hal skalabilitasnya, hypervisor bisa berkembang meski perlu pengaturan manual. Penambahan kapasitasnya pun sering butuh waktu. Sementara itu, HCI lebih mudah dikembangkan dan penambahan kapasitasnya pun relatif cepat.
4. Biaya
Hypervisor umumnya menawarkan biaya awal yang lebih rendah sehingga sangat cocok untuk anggaran yang terbatas. Sementara itu, HCI memerlukan investasi awal yang lebih besar, namun biaya operasional jangka panjangnya lebih terkendali.
Jadi, HCI bisa jadi solusi yang tepat ketika perusahaan perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut:
- Menambah kapasitas secara cepat.
- Menghadapi lonjakan pengguna atau data.
- Mengembangkan layanan digital dalam waktu singkat
Namun, jika perusahaan cenderung jarang menambah server, tidak menghadapi lonjakan trafik, atau perkembangan bisnis relatif bertahap, maka penggunaan hypervisor saja masih dinilai cukup sebagai solusi yang efisien dan rasional.
FAQ: Hypervisor dan HCI
Ya. Hypervisor merupakan komponen inti dalam arsitektur HCI untuk menjalankan mesin virtual.
Secara umum, penggunaan hypervisor saja memiliki biaya awal lebih rendah, tetapi HCI dapat memberikan efisiensi operasional jangka panjang jika perusahaan bertumbuh dan membutuhkan penyimpanan data yang semakin besar.
Tergantung kebutuhan. Jika sistem masih sederhana dan stabil, hypervisor saja bisa cukup namun HCI merupakan investasi yang mendukung “future-proof” karena memiliki kemampuan skalabilitas yang bertumbuh bersamaan dengan perkembangan bisnis perusahaan.