Ringkas artikel blog ini dengan AI:


Ancaman keamanan siber di Indonesia belakangan semakin meningkat. Bahkan, volume serangan yang masuk menunjukkan bahwa organisasi harus semakin siap menghadapi ancaman secara terus-menerus, bukan sekadar melakukan tindakan setelah sistem berhasil ditembus.

Dikutip dari Fortune Indonesia, laporan sebuah platform intelijen ancaman siber nasional mencatat serangan siber yang menyasar Indonesia mencapai 257,98 juta sepanjang Semester I 2026, atau rata-rata sekitar 16 serangan setiap detik. Angka ini meningkat sekitar 93,33 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai lebih dari 133,4 juta serangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa serangan siber kian masif sehingga perusahaan tidak lagi cukup hanya memasang perangkat keamanan, memperbarui sistem, atau membuat aturan akses. Situasi ini mendorong perusahaan untuk mulai mempertimbangkan Security Operations Center (SOC) sebagai solusi. Lalu, apa itu SOC? Apa fungsinya dalam sistem keamanan perusahaan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu SOC atau Security Operations Center?

Security Operations Center (SOC) adalah sebuah fungsi atau tim terpusat yang bertugas untuk memantau, mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman keamanan terhadap sistem dan infrastruktur organisasi. International Business Machines Corporation (IBM) menjelaskan bahwa SOC bisa berupa tim IT internal maupun layanan yang dialihdayakan. Tim keamanan ini memantau infrastruktur IT secara berkelanjutan untuk mendeteksi, menganalisis, hingga merespons insiden keamanan secara real-time. SOC juga membantu mengkoordinasikan berbagai teknologi dan operasi keamanan agar organisasi memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap ancaman yang datang.

Tujuan utamanya yakni untuk menangani berbagai insiden keamanan secara real-time. Dengan menyatukan berbagai aktivitas keamanan siber dalam satu pengawasan, tim SOC dapat terus mengawasi jaringan, sistem, dan aplikasi perusahaan. Dengan begitu, perusahaan bisa mengambil langkah pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Perusahaan dapat membangun SOC sendiri dengan tim internal, menyerahkan seluruh operasionalnya kepada pihak ketiga seperti Managed Security Service Provider (MSSP), atau menggunakan model gabungan.

Salah satu manfaat utama memiliki SOC, baik yang dikelola sendiri maupun menggunakan layanan pihak ketiga, adalah menggabungkan berbagai aspek keamanan perusahaan dalam satu fungsi yang terintegrasi. Hal ini mencakup penggunaan perangkat keamanan, penerapan prosedur keamanan, hingga penanganan ketika terjadi insiden. Dengan pendekatan yang lebih terpadu, perusahaan tentunya bisa memperkuat langkah pencegahan, memperbaiki kebijakan keamanan, serta mendeteksi ancaman dengan lebih cepat.

Dalam praktiknya, SOC juga dapat memantau berbagai sumber informasi, seperti aktivitas jaringan, server, endpoint, aplikasi, sistem cloud, maupun identitas pengguna. Data dari berbagai sumber tersebut kemudian dianalisis untuk mencari pola yang dapat mengindikasikan ancaman.

Misalnya, sebuah akun karyawan tiba-tiba melakukan login dari lokasi yang tidak biasa, mencoba mengakses sistem sensitif, kemudian melakukan aktivitas dalam jumlah besar. Bagi sistem biasa, aktivitas tersebut mungkin hanya terlihat sebagai serangkaian log. Namun bagi tim SOC, rangkaian aktivitas tersebut dapat menjadi sinyal yang perlu diperiksa lebih lanjut. Dengan pendekatan seperti ini, SOC bisa membantu mengubah data keamanan yang jumlahnya sangat besar menjadi informasi yang lebih berguna bagi pengambilan keputusan.

Baca juga:

Apa Saja Fungsi SOC?

Fungsi utama SOC berkaitan dengan pemantauan dan respons keamanan. Namun, pekerjaannya tentunya tidak hanya menerima notifikasi ketika sistem mendeteksi sesuatu yang mencurigakan. Di balik operasionalnya, ada sejumlah fungsi penting yang membantu perusahaan menghadapi ancaman siber secara lebih terstruktur. Berikut beberapa fungsi utama SOC.

Memantau dan Mendeteksi Ancaman secara Real-time

Fungsi utama SOC adalah memantau aktivitas di jaringan, sistem, dan aplikasi perusahaan untuk menemukan tanda-tanda ancaman, termasuk lewat peran proxy server dalam keamanan enterprise untuk mengawasi lalu lintas jaringan. Tim IT ini melakukan pemantauan secara terus-menerus sehingga aktivitas mencurigakan pun bisa diketahui sedini mungkin. Ketika muncul pola yang tidak biasa, tim SOC akan menganalisis aktivitas tersebut untuk menentukan apakah itu sekadar anomali atau benar-benar merupakan indikasi serangan. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengambil tindakan sebelum ancaman berkembang menjadi insiden yang lebih serius.

Menganalisis dan Menangani Insiden Keamanan

Tidak berhenti pada tahap deteksi saja, SOC juga akan melakukan investigasi untuk memahami apa yang terjadi, sistem mana yang terdampak, serta seberapa besar resikonya ketika ditemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan. Nantinya, hasil analisis tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan respons yang sesuai. Semakin cepat sebuah insiden dianalisis dan ditangani, maka akan semakin besar pula peluang perusahaan untuk membatasi dampaknya.

Mengelola Teknologi Keamanan Perusahaan

Operasional SOC juga berkaitan erat dengan berbagai teknologi keamanan yang digunakan perusahaan, mulai dari memahami kapan firewall biasa perlu diganti NGFW hingga perangkat lainnya. Tim SOC dapat terlibat dalam memilih, mengoperasikan, serta memelihara perangkat dan sistem yang digunakan untuk mendukung keamanan siber. Teknologi tersebut membantu mengumpulkan informasi dari berbagai bagian infrastruktur IT yang nantinya diolah untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mengambil tindakan yang diperlukan, dengan sejumlah vendor seperti Sangfor menyediakan portofolio yang mencakup kebutuhan ini secara terintegrasi.

Memperbarui Strategi Keamanan

Ancaman siber terus berubah bentuk dan metodenya, apalagi dengan munculnya serangan siber AI yang makin sulit dihentikan. Karena itu, sistem keamanan perusahaan juga tidak bisa berhenti pada satu pendekatan. Untuk menangani hal ini, perusahaan membutuhkan tim SOC yang secara rutin menganalisis data dan informasi mengenai ancaman yang ditemukan serta memahami pola serangan yang muncul agar bisa memperkuat pertahanan.

Mengintegrasikan Berbagai Aspek Keamanan

Salah satu keunggulan SOC adalah kemampuannya dalam menyelaraskan berbagai aktivitas keamanan dalam satu fungsi yang terintegrasi, sejalan dengan pendekatan infrastruktur dan keamanan dalam satu platform. Perangkat keamanan, prosedur operasional, pemantauan sistem, hingga respons terhadap insiden dapat dikelola secara lebih menyatu. Hal ini sangat penting karena keamanan perusahaan tidak hanya bergantung pada satu perangkat atau satu lapisan perlindungan. Ketika berbagai komponen keamanan dapat bekerja secara terhubung, tim akan lebih mudah melihat gambaran keseluruhan ketika terjadi ancaman.

Solusi Perusahaan yang Belum Memiliki Tim Keamanan Internal

SOC tidak selalu harus dibangun dan dikelola sendiri oleh perusahaan. Bagi organisasi atau perusahaan yang belum memiliki sumber daya atau tim IT yang cukup, fungsi SOC ini bisa menggunakan layanan pihak ketiga, seperti Managed Security Service Provider (MSSP). Dengan begitu, perusahaan bisa meningkatkan keamanan tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dan tim IT khusus dari awal. Akan tetapi, hal ini tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan, sumber daya, dan tingkat risiko masing-masing perusahaan.

Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Keamanan sistem dan data kini juga berkaitan dengan kepercayaan pelanggan serta kepatuhan terhadap berbagai aturan perlindungan data. Dengan proses keamanan yang lebih terorganisasi, SOC bisa membantu perusahaan memenuhi kebutuhan kepatuhan yang berlaku sesuai industri dan wilayah operasionalnya masing-masing.

Di sisi lain, kemampuan perusahaan dalam menjaga keamanan data juga dapat memberikan rasa aman bagi pelanggan. Ketika perusahaan mampu menunjukkan bahwa sistem dan data pelanggan dipantau serta dilindungi secara serius, kepercayaan terhadap layanan yang diberikan dapat ikut meningkat.

SOC, SecOps, dan MDR: Apa Bedanya?

Istilah SOC sering muncul berdampingan dengan SecOps dan MDR. Ketiganya memang berkaitan erat dengan keamanan operasional, tetapi sebenarnya memiliki arti yang berbeda. SOC merujuk pada pusat atau fungsi operasi keamanan yang berfokus pada aktivitas terpusat untuk memantau, menganalisis, mendeteksi, dan merespons ancaman. SOC ini bisa ada di dalam organisasi ataupun dijalankan melalui pihak eksternal.

Sementara itu, SecOps atau Security Operations lebih menggambarkan pendekatan operasional yang mengintegrasikan keamanan ke dalam aktivitas operasional IT. SecOps dapat mencakup proses, orang, teknologi, dan koordinasi yang diperlukan untuk menjaga keamanan lingkungan IT. Jadi, SOC dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan SecOps, tetapi keduanya bukan istilah yang sepenuhnya sama.

Perbedaan lain yang sering membingungkan adalah MDR atau Managed Detection and Response. MDR merupakan layanan keamanan yang dikelola oleh penyedia eksternal dan menggabungkan teknologi dengan keahlian manusia untuk melakukan pemantauan, threat hunting, investigasi, dan respons terhadap ancaman — konsep yang berkaitan erat dengan SASE dan MDR untuk keamanan data dalam mendukung kepatuhan regulasi.

Sederhananya, MDR lebih menekankan pada layanan deteksi dan respons yang dikelola oleh pihak lain, sedangkan SOC lebih menggambarkan fungsi operasional keamanan yang mengawasi lingkungan IT secara menyeluruh. SOC adalah fungsi atau pusat operasi keamanan yang memiliki cakupan lebih luas. SOC dapat mengawasi keseluruhan lingkungan IT perusahaan dan melibatkan tim internal secara lebih aktif dalam pengelolaan teknologi, proses, dan respons keamanan.

Perbedaan ini penting untuk dipahami, terutama bagi perusahaan yang sedang menentukan strategi keamanan. Perusahaan dengan sumber daya, kebutuhan, dan tingkat kompleksitas berbeda tentu perlu memilih model operasi yang berbeda pula. Tidak ada satu model yang otomatis cocok untuk semua organisasi.

Baca juga:

SOC, Langkah Proaktif Menghadapi Ancaman yang Terus Berkembang

Itulah penjelasan mengenai apa itu SOC dan fungsinya bagi keamanan organisasi maupun perusahaan. Lonjakan serangan siber memang membuat keamanan digital semakin sulit ditangani dengan pendekatan reaktif. Data mengenai serangan di Indonesia sepanjang 2025 dan semester I 2026 juga menunjukkan bahwa volume ancaman berada pada skala yang besar, sementara karakter serangannya juga terus berubah.

Dalam situasi tersebut, SOC atau Security Operations Center menjadi penting karena memberikan kemampuan untuk memantau lingkungan IT secara berkelanjutan, mendeteksi aktivitas mencurigakan, melakukan investigasi, dan merespons insiden. Karena itu, SOC bisa menjadi bagian penting dari strategi keamanan modern. Bentuknya pun tidak harus selalu berupa SOC internal dengan tim besar. Organisasi dapat membangun SOC sendiri atau menggunakan layanan eksternal sesuai kebutuhan, sumber daya, tingkat risiko, dan kompleksitas infrastrukturnya.

Kebutuhan terhadap SOC juga berjalan seiring dengan semakin beragamnya teknologi keamanan yang digunakan perusahaan. Infrastruktur IT yang kompleks membutuhkan solusi yang tidak hanya mampu melindungi sistem, tetapi juga memberikan visibilitas terhadap aktivitas yang terjadi di dalamnya.

Dalam konteks ini, penyedia teknologi keamanan seperti Sangfor menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang mendukung perusahaan membangun strategi pertahanan digital secara menyeluruh.

Search

Related Articles

Cyber Security

Two Evolving Ransomware Tactics and How Sangfor Athena EPP Responds

Date : 26 Oct 2026
Read Now
Cyber Security

The eMudhra Certificate Compromise: What Happened and Why the Internet Is on High Alert

Date : 21 Oct 2026
Read Now
Cyber Security

Keamanan OT di Tahun 2026: Melindungi Teknologi Operasional di Era Konvergensi Jaringan TI dan OT

Date : 19 Oct 2026
Read Now

See Other Product

Athena SASE - Secure Access Service Edge
Sangfor Athena NGFW - Next Generation Firewall
Sangfor Athena EPP - Platform Proteksi Endpoint Modern
Sangfor Athena NDR - Network Detection and Response
Cyber Command - NDR Platform - Sangfor Cyber Command - Platform NDR 
MDR TCO Calculator - User Input Page