Ringkas artikel blog ini dengan AI:


Serangan phishing yang menyamar sebagai email resmi, ransomware yang mengunci seluruh sistem dalam hitungan menit, atau bot otomatis yang terus-menerus mencoba celah keamanan sekarang makin sering kita jumpai. Ancaman semacam ini semakin sulit dikenali dengan perlindungan yang hanya mengandalkan antivirus dan firewall biasa.

Firewall konvensional umumnya bekerja dengan menyaring lalu lintas berdasarkan alamat IP, port, dan protokol. Namun, pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Lantas, kapan tepatnya firewall biasa perlu diganti Next-Generation Firewall (NGFW)? Agar lebih jelas, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Fungsi Firewall dalam Keamanan Jaringan Perusahaan

Lanskap keamanan jaringan saat ini tentu berbeda dengan beberapa tahun lalu. Sebelumnya, ancaman siber umumnya hanya berupa virus sederhana atau serangan massal yang relatif mudah dikenali. Namun kini, metode serangan semakin beragam dan kompleks, mulai dari phishing bertarget, ransomware, hingga bot otomatis. Pola serangan semacam ini jadi bagian dari strategi keamanan siber di tengah transformasi digital yang perlu terus dievaluasi perusahaan. Pada kondisi seperti ini, firewall menjadi salah satu fondasi utama keamanan jaringan untuk membantu mencegah akses tidak sah dan melindungi data sensitif dari peretas.

Firewall berfungsi sebagai salah satu garis pertahanan utama antara jaringan internal dan jaringan atau sumber lain yang berpotensi membawa risiko. Secara sederhana, teknologi ini membantu mengatur lalu lintas data yang boleh masuk dan keluar berdasarkan aturan keamanan yang telah ditentukan.

Secara sederhana, firewall berfungsi sebagai pelindung di batas jaringan yang bekerja dengan cara mengatur siapa dan jenis lalu lintas apa yang bisa masuk atau keluar. Namun, perkembangan komputasi awan, sistem kerja jarak jauh, dan penggunaan perangkat Internet of Things (IoT) membuat batas jaringan menjadi semakin luas dan tidak lagi terpusat di satu lokasi. Karena itu, sistem keamanan yang hanya berbasis perimeter tradisional saja tidak lagi cukup untuk memberikan perlindungan yang memadai.

Ketika kemampuan firewall tradisional tidak lagi cukup untuk menghadapi perkembangan ancaman tersebut, organisasi maupun perusahaan perlu mempertimbangkan pendekatan keamanan yang lebih canggih. Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah Next-Generation Firewall (NGFW).

Baca juga:

Apa Itu NGFW dan Bedanya dengan Firewall Tradisional?

Next-Generation Firewall (NGFW) merupakan bentuk evolusi dari firewall tradisional. Namun berbeda dengan firewall tradisional yang hanya memfilter traffic berdasarkan protokol dan port, NGFW bisa dikombinasikan dengan solusi keamanan lain untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.

Dalam konteks keamanan jaringan perusahaan, kemampuan ini membantu firewall mendeteksi dan menyaring aktivitas yang berpotensi membahayakan sebelum menimbulkan gangguan pada sistem atau jaringan.

NGFW juga umumnya memiliki kemampuan untuk memberikan visibilitas terhadap aplikasi yang digunakan dalam jaringan. Hal ini penting karena ancaman jaringan modern seringkali memanfaatkan aplikasi atau layanan yang terlihat sah. Dengan memahami jenis aplikasi dan aktivitas yang berlangsung, perusahaan dapat menerapkan kebijakan keamanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, NGFW juga dapat mengintegrasikan berbagai fungsi keamanan untuk membantu mendeteksi dan mencegah ancaman. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan membangun perlindungan yang lebih adaptif dibandingkan sistem yang hanya mengandalkan penyaringan koneksi berdasarkan alamat dan port. Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menghadapi serangan siber yang semakin canggih dan terus berkembang.

Adapun secara rinci, beberapa perbedaan utama antara firewall tradisional dan NGFW antara lain sebagai berikut:

  • Cara Memeriksa Lalu Lintas Data — Salah satu perbedaan mendasar antara firewall tradisional dan NGFW terletak pada caranya dalam memeriksa lalu lintas data. Firewall tradisional umumnya memeriksa informasi dasar dari lalu lintas jaringan. Sementara itu, NGFW bisa melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam lewat deep packet inspection — teknologi yang memungkinkan sistem keamanan memeriksa lalu lintas data secara lebih dalam, bukan hanya melihat informasi dasar di bagian luar koneksi, untuk membantu mengidentifikasi aktivitas atau pola yang berpotensi berbahaya.
  • Kemampuan Mengenali Ancaman yang Lebih Kompleks — Firewall tradisional cukup efektif untuk menghadapi ancaman dasar dan mengatur akses jaringan. Namun, ancaman modern seperti malware, ransomware, dan serangan yang menyamar sebagai aktivitas normal seringkali membutuhkan kemampuan perlindungan yang lebih canggih. Karena itu, NGFW dirancang untuk membantu mengenali pola aktivitas seperti ini yang mungkin sulit dideteksi oleh sistem keamanan konvensional.
  • Kontrol terhadap Aplikasi yang Digunakan — Salah satu keunggulan Next-Generation Firewall adalah kemampuannya dalam memberikan visibilitas dan kontrol terhadap aplikasi. Perusahaan tidak hanya dapat mengatur siapa yang boleh terhubung ke jaringan, tetapi juga dapat menerapkan kebijakan terhadap aplikasi yang digunakan. Dengan demikian, penggunaan aplikasi yang tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan atau berpotensi menimbulkan risiko dapat lebih mudah dikendalikan.
  • Pengaturan Akses ke Situs Web — NGFW juga dapat membantu perusahaan mengatur akses pengguna terhadap situs web tertentu melalui fitur penyaringan URL atau URL filtering. Kemampuan ini memungkinkan perusahaan membatasi akses ke situs yang berpotensi membahayakan keamanan jaringan atau tidak sesuai dengan kebijakan penggunaan internet di lingkungan kerja.
  • Terintegrasi dengan Sistem Pencegahan Serangan — NGFW juga bisa terintegrasi dengan Intrusion Prevention System (IPS), yakni sebuah sistem yang digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang menunjukkan adanya upaya serangan dan membantu mencegahnya secara langsung. Jika firewall berperan sebagai penjaga yang mengatur lalu lintas keluar dan masuk, IPS bisa dianalogikan sebagai sistem yang secara aktif mencari tanda-tanda aktivitas berbahaya di dalam lalu lintas tersebut. Dengan begitu, jaringan akan memiliki lapisan perlindungan yang lebih menyeluruh.
  • Mampu Memeriksa File atau Aktivitas Mencurigakan — Beberapa solusi NGFW juga dilengkapi dengan kemampuan sandboxing, sebuah teknologi yang mampu memeriksa file atau aplikasi yang dianggap mencurigakan. Jadi, file tersebut tidak bisa langsung berinteraksi dengan sistem utama dan akan dianalisis terlebih dahulu untuk melihat potensi aktivitas yang membahayakan jaringan.
  • Membantu Membatasi Penyebaran Ancaman — NGFW juga dapat mendukung network segmentation atau pemisahan jaringan menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Tujuannya yakni untuk membatasi dampak saat terjadi serangan. Jadi, jika satu bagian jaringan mengalami gangguan atau terinfeksi malware, ancaman tersebut akan lebih sulit menyebar ke sistem lain. Untuk perusahaan dengan infrastruktur yang kompleks, pendekatan ini tentunya bisa sangat membantu mengoptimalkan strategi keamanan.
  • Sistem Keamanan yang Lebih Adaptif — Perbedaan antara firewall tradisional dan Next-Generation Firewall lainnya yang tak kalah penting yakni sistem keamanannya yang lebih adaptif. Firewall tradisional umumnya lebih berfokus pada pengaturan akses berdasarkan aturan jaringan dasar, sementara NGFW memberikan kemampuan yang lebih luas untuk memahami aplikasi, aktivitas, dan potensi ancaman. Hal ini membuat NGFW lebih sesuai untuk menghadapi lingkungan IT modern, terutama yang melibatkan cloud, kerja jarak jauh, banyak perangkat, atau penggunaan aplikasi yang beragam.

Baca juga:

Kapan Perusahaan Upgrade ke NGFW?

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah kapan perusahaan perlu upgrade ke NGFW? Jawabannya tentu kembali lagi kepada kondisi bisnis, perkembangan infrastruktur, tingkat risiko, dan kemampuan sistem keamanan yang saat ini digunakan oleh perusahaan.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang bisa jadi tanda kapan waktunya perusahaan membutuhkan kemampuan keamanan jaringan yang lebih modern. Beberapa tandanya antara lain sebagai berikut:

  • Visibilitas terhadap Aktivitas Jaringan Semakin Terbatas — Salah satu tanda utama perusahaan perlu mempertimbangkan NGFW adalah ketika tim IT mulai kesulitan memahami aktivitas yang sebenarnya terjadi di dalam jaringan. Jika sistem firewall hanya memberikan informasi dasar dari aktivitas yang masuk dan keluar, perusahaan mungkin memiliki keterbatasan dalam mengetahui aplikasi apa yang digunakan atau apakah ada aktivitas yang mencurigakan. Dengan kondisi ini, NGFW bisa memberikan visibilitas yang lebih luas sehingga aktivitas jaringan bisa lebih mudah dipantau.
  • Penggunaan Aplikasi Berbasis Cloud Semakin Meningkat — Saat aplikasi dan data perusahaan mulai berpindah ke cloud, batas keamanan jaringan pun tidak lagi hanya berada di dalam kantor atau pusat data. Sebab, karyawan bisa mengakses aplikasi dari berbagai lokasi dan sistem bisnis bisa berjalan di luar jaringan internal perusahaan. Kondisi seperti ini juga jadi salah satu alasan banyak perusahaan mulai mengadopsi private cloud — dan keduanya sama-sama membutuhkan perlindungan yang lebih modern.
  • Sistem Kerja Jarak Jauh Semakin Berkembang — Kerja jarak jauh membuat jumlah titik akses ke sistem perusahaan semakin banyak. Karyawan dapat mengakses data dan aplikasi dari rumah, lokasi kerja lain, atau melalui berbagai perangkat. Semakin banyak titik akses, maka akan semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap koneksi tetap dikendalikan dengan baik. Perusahaan membutuhkan sistem keamanan seperti SASE dan MDR yang mampu menjaga akses tetap aman tanpa menghambat produktivitas karyawan.
  • Ancaman Semakin Sulit Dideteksi — Ransomware, phishing, eksploitasi kerentanan, dan berbagai bentuk serangan siber modern dapat menggunakan teknik yang semakin sulit dikenali oleh sistem keamanan konvensional. Jadi, jika perusahaan mulai menghadapi ancaman yang sulit untuk dideteksi, maka ini bisa jadi sinyal untuk mengevaluasi kemampuan sistem keamanan yang ada. Dalam hal ini, NGFW bisa memberikan kemampuan pemeriksaan dan deteksi yang lebih luas untuk membantu menghadapi ancaman yang lebih kompleks.
  • Pengelolaan Aturan Firewall Semakin Rumit — Seiring pertumbuhan perusahaan, jumlah pengguna, perangkat, aplikasi, dan koneksi jaringan biasanya ikut meningkat. Kondisi ini akan membuat pengelolaan aturan firewall menjadi semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan pun perlu mempertimbangkan teknologi yang menawarkan pengelolaan dan visibilitas yang lebih baik agar operasional keamanan dapat dilakukan secara lebih efisien.

Itulah penjelasan mengenai kapan perusahaan perlu mempertimbangkan untuk beralih dari firewall biasa ke Next-Generation Firewall (NGFW) saat menghadapi serangan siber yang semakin canggih. Beralih ke NGFW tentu perlu menjadi bagian dari strategi keamanan jaringan perusahaan yang lebih menyeluruh. Jadi, sebelum melakukan upgrade, perusahaan perlu memahami aset apa yang paling penting untuk dilindungi, bagaimana data bergerak di dalam jaringan, aplikasi apa yang digunakan, serta risiko keamanan yang paling relevant dengan operasional bisnis.

Dengan begitu, perusahaan bisa menghindari investasi teknologi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan memilih solusi yang mampu memberikan perlindungan sekaligus mendukung efisiensi operasional. Sebagai contoh, perusahaan dapat mempertimbangkan berbagai solusi Next-Generation Firewall (NGFW) yang tersedia di pasar, termasuk dari Sangfor Technologies — simak perbedaan firewall NGFW dan tradisional, yang bisa digunakan untuk membantu memperkuat keamanan jaringan melalui kemampuan perlindungan yang lebih sesuai dengan kompleksitas ancaman siber saat ini.

FAQ: Firewall Tradisional vs Next-Generation Firewall

Firewall tradisional hanya menyaring lalu lintas berdasarkan alamat IP, port, dan protokol. NGFW melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam lewat deep packet inspection, memberikan visibilitas terhadap aplikasi, dan bisa terintegrasi dengan sistem keamanan lain seperti IPS.

Waktu yang tepat biasanya muncul ketika visibilitas terhadap aktivitas jaringan mulai terbatas, penggunaan aplikasi cloud dan kerja jarak jauh meningkat, atau ketika pengelolaan aturan firewall mulai terasa rumit.

NGFW pada dasarnya adalah evolusi dari firewall tradisional, bukan pelengkap terpisah. NGFW tetap menjalankan fungsi filtering dasar firewall tradisional, sekaligus menambahkan kemampuan deteksi dan kontrol yang lebih mendalam.

Beberapa tandanya antara lain visibilitas jaringan yang terbatas, adopsi cloud dan kerja jarak jauh yang meningkat, serta menghadapi ancaman siber yang makin sulit dideteksi oleh sistem keamanan konvensional.

Search

Related Articles

Cyber Security

Binance $6.3 Billion Hack: Fake Job Interviews and AI Tool Exploited

Date : 04 Nov 2026
Read Now
Cyber Security

Two Evolving Ransomware Tactics and How Sangfor Athena EPP Responds

Date : 26 Oct 2026
Read Now
Cyber Security

The eMudhra Certificate Compromise: What Happened and Why the Internet Is on High Alert

Date : 21 Oct 2026
Read Now

See Other Product

Cyber Command - NDR Platform - Sangfor Cyber Command - Platform NDR 
MDR TCO Calculator - User Input Page
Endpoint Secure
MDR TCO Calculator - Report Page
Sangfor Athena SWG - Secure Web Gateway
Sangfor Zero Trust Data Protection